Latihan Memperkuat Otot-otot Panggul
Berbagai kondisi dapat menyebabkan melemahnya otot-otot panggul, seperti kehamilan, melahirkan, dan kelebihan berat badan. Otot-otot panggul yang lemah menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengendalikan berkemih atau buang air besar. Sebagai contoh, pada saat kandung kemih anda sudah penuh dengan urin, anda tentu akan menahan agar urin tidak segera keluar sebelum anda sampai di toilet atau kamar mandi. Meskipun sudah urin sudah sangat mendesak dan mungkin kandung kemih sudah meregang, anda mampu mencegah aliran urin keluar. Otot yang membantu anda untuk menahan urin untuk tidak segera keluar diperankan oleh otot-otot panggul. Apabila otot-otot panggul ini sudah melemah, kemampuan untuk mengendalikan perkemihan pun akan menurun.
Otot-otot panggul sama seperti otot-otot di bagian tubuh yang lain. Jika otot ini sudah mulai melemah, dapat dilatih untuk memperkuatnya kembali.
Apa itu Latihan Kegel?
Latihan Kegel adalah latihan otot-otot panggul yang berperan dalam mengendalikan perkemihan dan anus. Latihan dilakukan dengan mengencangkan (kontraksi) dan mengendurkan (relaksasi) secara bergantian otot-otot panggul. Latihan ini biasanya dianjurkan untuk dilakukan bagi mereka yang mengalami gangguan mengendalikan perkemihan, seperti sering mengompol, kebocoran (atau merembes), atau desakan berkemih yang tidak dapat ditahan. Wanita yang sedang hamil sering mengalami masalah kebocoran urin karena janin dalam rahimnya menekan kandung kemih.
Selain otot yang mengendalikan perkemihan, latihan Kegel ini juga dapat bermanfaat untuk masalah kendurnya otot-otot yang mengendalikan pengeluaran BAB.
Bagaimana Cara Melakukannya?
Sebelum melakukan latihan Kegel, anda harus memastikan menggunakan otot yang benar. Ada beberapa cara untuk menentukan otot panggul yang digunakan dalam latihan Kegel ini, yaitu:
- Coba hentikan aliran urin saat anda berada di kamar mandi atau duduk di toilet. Jika anda dapat melakukannya, anda telah menemukan otot yang benar.
- Bayangkan anda sedang menahan keluarnya gas (kentut). Kencangkan otot yang anda perkirakan dapat menghentikan keluarnya gas. Jika anda merasa seperti ada tarikan, anda menggunakan otot yang tepat.
- Berbaring telentang dan masukkan jari anda ke dalam vagina. Kencangkan otot yang anda gunakan untuk menghentikan aliran urin. Jika jari anda merasa seperti ada yang menjepit, berarti anda menggunakan otot yang benar.
Menemukan otot panggul yang benar sangat penting, karena jika anda mengencangkan otot yang salah justru akan menambah tekanan pada otot-otot panggul, akibatnya memperburuk kemampuan otot panggul untuk mengendalikan pengeluaran urin atau sampah tubuh.
Latihan ini sebaiknya dilakukan secara rutin, tetapi jangan berlebihan. Untuk melakukannya pertama kali, anda dapat mencobanya saat di kamar mandi. Selain anda dapat berkonsentrasi penuh, anda juga dapat mencari otot-otot panggul seperti cara di atas. Kencangkan otot panggul, tahan selama 3 hitungan, kemudian lepaskan juga selama 3 hitungan. Ulangi latihan ini 10 sampai 15 kali, dan ingat jangan menahan napas.
Keterangan gambar
Urine = urin (air seni)
Urethra = saluran air seni
Bladder muscles = otot kandung kemih
Pelvic floor muscles = Otot dasar panggul
Sphincter muscles = otot berbentuk cincin
yang dapat menyempit terdapat di ujung saluran, seperti di saluran kemih
Lakukan rangkaian latihan ini tiga kali dalam sehari. Latihan dilakukan setiap hari dalam berbagai posisi yang berbeda: berbaring, duduk, dan berdiri. Anda dapat melakukannya saat berbaring di tempat tidur (misalnya, malam hari sebelum tidur),
saat duduk di meja kerja, atau saat beridiri memasak di dapur. Orang lain tidak akan mengetahui anda melakukan latihan ini, sehingga mempermudah anda melakukannya di mana saja di tengah-tengah aktivitas sehari-hari. Latihan di tempat umum pun tidak masalah, anda dapat melakukannya sambil duduk di kendaraan, atau berdiri saat mengantri kasir di supermarket. Latihan dengan posisi yang berbeda-beda dapat memperkuat otot-otot panggul anda.
Apa Manfaat Latihan Kegel?
Untuk memperoleh manfaat latihan ini perlu kesabaran dalam mempraktikkannya secara rutin. Latihan Kegel ini sangat mudah dan ringan dibandingkan latihan otot lain, hanya perlu waktu 5 menit, 3 kali sehari. Anda mungkin tidak dapat segera merasakan manfaatnya. Jika dilakukan dengan rutin, anda akan merasa kemampuan mengendalikan perkemihan atau BAB membaik setelah 3 sampai 6 minggu.
Dan tahukah anda, ternyata latihan Kegel juga dapat memberi manfaat yang menguntungkan untuk organ intim anda. Proses melahirkan mengakibatkan kendurnya otot-otot vagina. Hal ini mungkin dirasakan oleh suami anda. Dengan latihan Kegel, otot vagina yang kencang seperti sebelum melahirkan dapat diperoleh kembali.
Ada lagi manfaat latihan Kegel untuk anda. Latihan Kegel yang dilakukan secara rutin setiap hari, akan meningkatkan elastisitas otot-otot panggul. Pada saat melahirkan, otot-otot di panggul bawah akan meregang. Proses peregangan ini pada kebanyakan wanita tidak cukup untuk mengakomodasi pengeluaran kepala, atau kalau pun dapat, membutuhkan waktu yang lama. Dokter atau bidan yang membantu persalinan akan memotong otot (yang disebut episiotomi) di antara vagina dan rektum (anus) untuk memperluas jalan lahir, sehingga bayi dapat keluar dengan mudah dan juga untuk mencegah robekan yang tidak diinginkan. Setelah proses pelahiran, luka tersebut harus dijahit kembali. Pada otot yang elastisnya bagus, otot dapat meregang dengan maksimal sehingga tidak robek dan tidak perlu dilakuka episiotomi.
Yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Latihan
- Pastikan anda menggunakan otot yang benar atau jika ragu konsultasikan dengan dokter atau perawat anda.
- Jangan mengencangkan otot-otot lain (contoh, perut atau kaki) pada saat melakukan latihan Kegel. Anda harus fokus pada otot-otot panggul.
- Jangan menahan napas saat melakukan latihan agar tubuh dan otot-otot anda tetap menerima pasokan oksigen, demikian juga untuk latihan otot yang lain.
- Jangan melakukan latihan Kegel pada saat berkemih secara rutin, yaitu dengan menghentikan aliran urin dan mengeluarkannya pada saat anda benar-benar di kamar mandi. Tindakan ini dapat menyebabkan kandung kemih yang tidak benar-benar kosong, akibatnya dapat terjadi infeksi saluran kemih.
- Mengencangkan otot panggul sebelum bersin, mengangkat beban berat, atau melompat dapat mencegah kerusakan otot-otot panggul.
(Dari berbagai sumber)
WELC0ME
Selamat Datang Di Blog Kami.....
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Maret 2011
Kurma Tidak Sekedar Pemulih Energi
Kurma, buah yang terkenal dengan rasanya yang manis, sangat populer di bulan Ramadhan. Dalam haditsnya, Rasullullah menganjurkan berbuka puasa dengan kurma dalam jumlah ganjil. Orang sekaliber Nabi Muhammad saw, pasti memiliki alasan yang kuat mengapa memberi anjuran seperti ini.
Kurma mengandung gula sederhana dalam bentuk glukosa dan fruktosa yang sangat mudah dicerna. Pengolahannya tidak membutuhkan waktu lama. Hasil olahan yang berupa energi sudah dapat langsung dipakai oleh tubuh.
Bila dibandingkan dengan nasi yang penyerapannya membutuhkan waktu berjam-jam, penyerapan gula dalam kurma hanya butuh waktu 45-60 menit. Oleh karenanya kurma sangat cocok untuk berbuka puasa menurut ahli gizi Luhir Ngudi Setyaningrum. Tidak hanya itu, kurma bahkan mampu mengubah tingkat keasaman lambung menjadi basa setelah 13-14 jam tidak memperoleh makanan dan minuman.
Saat berpuasa, tubuh kekurangan 20-30 persen energi dibandingkan pasokan biasanya. Untuk menambal kekurangan itu, tubuh mengambil cadangan energi dari glikogen dan lemak. Oleh karena itu, sebagai pembatal puasa, dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandung gula sederhana yang cepat mengembalikan energi. Selain kurma, gula sederhana juga didapat dari es sirup, es the, atau es buah.
Kehebatan kurma tidak hanya sebagai sumber energi instan, masih banyak kandungan gizi lain yang sangat dibutuhkan tubuh dan tentu saja menyehatkan.
- 100 gram kurma (setara dengan 6 suplai 8 butir kurma) mengandung 278,9 kalori, 3 g protein, dan 73,6 karbohidrat.
- Serat dalam bentuk selulosa dan hemiselulosa. Keduanya mengatur peristaltik usus sehingga memudahkan BAB.
- Asam salisilat yang umum dijadikan bahan dasar aspirin. Asam salisilat mencegah pembekuan darah, antiinflamasi (radang), dan menghilangkan rasa ngilu, menurut Romdoni spesialis penyakit dalam dan spesialis jantung-pembuluh darah.
- Fosfor dan kalium. Keduanya berfungsi mengatur denyut nadi jantung dan membantu mengatur tekanan darah. Karenanya, mengonsumsi kurma dapat menurunkan risiko stroke.
- Vitamin A dan E yang membantu sistem imun tubuh, memelihara sel-sel epitel, dan retina mata.
Dengan manfaat yang begitu banyak, tidak heran kurma dianjurkan untuk pembatal puasa. Tidak hanya rasanya yang manis, tetapi juga menyehatkan. Tetapi, untuk pengidap diabetes melitus perlu berhati-hati mengonsumsi kurma. Bila gula darah terkontrol masih diperbolehkan mengonsumsi kurma sekali sehari.
Kurma mengandung gula sederhana dalam bentuk glukosa dan fruktosa yang sangat mudah dicerna. Pengolahannya tidak membutuhkan waktu lama. Hasil olahan yang berupa energi sudah dapat langsung dipakai oleh tubuh.
Bila dibandingkan dengan nasi yang penyerapannya membutuhkan waktu berjam-jam, penyerapan gula dalam kurma hanya butuh waktu 45-60 menit. Oleh karenanya kurma sangat cocok untuk berbuka puasa menurut ahli gizi Luhir Ngudi Setyaningrum. Tidak hanya itu, kurma bahkan mampu mengubah tingkat keasaman lambung menjadi basa setelah 13-14 jam tidak memperoleh makanan dan minuman.
Saat berpuasa, tubuh kekurangan 20-30 persen energi dibandingkan pasokan biasanya. Untuk menambal kekurangan itu, tubuh mengambil cadangan energi dari glikogen dan lemak. Oleh karena itu, sebagai pembatal puasa, dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandung gula sederhana yang cepat mengembalikan energi. Selain kurma, gula sederhana juga didapat dari es sirup, es the, atau es buah.
Kehebatan kurma tidak hanya sebagai sumber energi instan, masih banyak kandungan gizi lain yang sangat dibutuhkan tubuh dan tentu saja menyehatkan.
- 100 gram kurma (setara dengan 6 suplai 8 butir kurma) mengandung 278,9 kalori, 3 g protein, dan 73,6 karbohidrat.
- Serat dalam bentuk selulosa dan hemiselulosa. Keduanya mengatur peristaltik usus sehingga memudahkan BAB.
- Asam salisilat yang umum dijadikan bahan dasar aspirin. Asam salisilat mencegah pembekuan darah, antiinflamasi (radang), dan menghilangkan rasa ngilu, menurut Romdoni spesialis penyakit dalam dan spesialis jantung-pembuluh darah.
- Fosfor dan kalium. Keduanya berfungsi mengatur denyut nadi jantung dan membantu mengatur tekanan darah. Karenanya, mengonsumsi kurma dapat menurunkan risiko stroke.
- Vitamin A dan E yang membantu sistem imun tubuh, memelihara sel-sel epitel, dan retina mata.
Dengan manfaat yang begitu banyak, tidak heran kurma dianjurkan untuk pembatal puasa. Tidak hanya rasanya yang manis, tetapi juga menyehatkan. Tetapi, untuk pengidap diabetes melitus perlu berhati-hati mengonsumsi kurma. Bila gula darah terkontrol masih diperbolehkan mengonsumsi kurma sekali sehari.
Vaksinasi Kanker Serviks
Kanker serviks di Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab kematian wanita. Dan sebenarnya, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Di dunia, kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak diderita wanita usia di atas 15 tahu. Sekitar 5000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks, dan setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker.
Menurut dr Bramundito, SpOG, kanker serviks merupakan beban kesehatan, psikologi, dan sosial bagi wanita penderita. Penyakit ini dapat menyerang semua wanita, khususnya yang aktif secara seksual, tanpa memandang usia atau gaya hidupnya. “Tetap ada faktor risiko yang potensial menyebabkan kanker serviks. Di antaranya, melakukan hubungan seks di usia muda, sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, dan kebiasaan merokok. Juga defisiensi vitamin A, C, dan E.” ujarnya.
Deteksi Dini
Kanker serviks berbeda dengan kanker jenis lainnya. Pada kanker serviks, ada fase yang disebut prakanker yang dapat dideteksi sejak dini. Jika segera mendapat pengobatan, angka kesembuhannya hampir 100%. Kanker serviks stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Sedangkan, jika terjadi gejala seperti perdarahan setelah berhubungan intim; keputihan atau cairan encer dari vagina; mengalami perdarahan setelah menopause; keluar cairan kekuningan yang berbau atau bercampur darah; nyeri panggul; atau tidak dapat buang air kecil, maka kemungkinan besar sudah terjadi kanker serviks stadium lanjut. “Maka, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan sedini mungkin baik dengan Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat). Jangan menunggu sampai ada keluhan,” ujar dr. Bramdito.
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan penyebabnya, rendahnya kesadaran dan keengganan untuk deteksi dini, menyebabkan sebagian besar (lebih dari 70%) pasien datang dalam kondisi yang sudah parah dan sulit disembuhkan.
Vaksin HPV
Tidak banyak kanker yang diketahui penyebabnya. Akan tetapi, penyebab kanker serviks sudah berhasil diketahui, yakni Human Papilloma Virus (HPV). Kurang lebih 99,7% kanker serviks disebabkan oleh HPV. Dengan diketahui penyebabnya, kanker serviks dapat dicegah atau diatasi.
Ada sekitar 100 jenis HPV yang telah diidentifikasi, sebagian besar tidak berbahaya. Sebanyak 40 jenis dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Dari 40 jenis ini digolongkan menjadi dua golongan, yaitu HPV berisiko tinggi (penyebab kanker) dan berisiko rendah. Ada 15 jenis yang menyebabkan kanker, di antaranya HPV 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kanker serviks di Asia Pasifik dan dunia.
Cara pencegahan terbaru adalah dengan vaksinasi, terutama yang menargetkan pada HPV 16 dan 18. Vaksin akan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan virus ketika masuk ke dalam tubuh, sebelum terjadi infeksi.
Vaksin sebaiknya dilakukan sejak masa remaja, yaitu sejak usia 10 tahun pada orang Indonesia dengan jadwal vaksinasi bulan ke-0, 1, dan 6. Pada usia ini anak sudah mulai memasuki masa reproduktif dan belum terkontaminasi oleh virus HPV. Sehingga dengan vaksinasi, respons titer antibodi yang terbentu jauh lebih tinggi dibandingkan usia dewasa, menurut Karel Staa, MD.
Vaksin ini dikalkulasi dapat memberi pertahanan selama 5-6 tahun. Seperti vaksin pada umumnya, vaksin ini tidak sepenuhnya memberi perlindungan 100% terhadap kanker serviks. Oleh karena itu, vaksinasi bersama skrining serta usaha mengurangi faktor risiko dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks. Sekaligus dapat menurunkan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia.
Di dunia, kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak diderita wanita usia di atas 15 tahu. Sekitar 5000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks, dan setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker.
Menurut dr Bramundito, SpOG, kanker serviks merupakan beban kesehatan, psikologi, dan sosial bagi wanita penderita. Penyakit ini dapat menyerang semua wanita, khususnya yang aktif secara seksual, tanpa memandang usia atau gaya hidupnya. “Tetap ada faktor risiko yang potensial menyebabkan kanker serviks. Di antaranya, melakukan hubungan seks di usia muda, sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, dan kebiasaan merokok. Juga defisiensi vitamin A, C, dan E.” ujarnya.
Deteksi Dini
Kanker serviks berbeda dengan kanker jenis lainnya. Pada kanker serviks, ada fase yang disebut prakanker yang dapat dideteksi sejak dini. Jika segera mendapat pengobatan, angka kesembuhannya hampir 100%. Kanker serviks stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Sedangkan, jika terjadi gejala seperti perdarahan setelah berhubungan intim; keputihan atau cairan encer dari vagina; mengalami perdarahan setelah menopause; keluar cairan kekuningan yang berbau atau bercampur darah; nyeri panggul; atau tidak dapat buang air kecil, maka kemungkinan besar sudah terjadi kanker serviks stadium lanjut. “Maka, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan sedini mungkin baik dengan Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat). Jangan menunggu sampai ada keluhan,” ujar dr. Bramdito.
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan penyebabnya, rendahnya kesadaran dan keengganan untuk deteksi dini, menyebabkan sebagian besar (lebih dari 70%) pasien datang dalam kondisi yang sudah parah dan sulit disembuhkan.
Vaksin HPV
Tidak banyak kanker yang diketahui penyebabnya. Akan tetapi, penyebab kanker serviks sudah berhasil diketahui, yakni Human Papilloma Virus (HPV). Kurang lebih 99,7% kanker serviks disebabkan oleh HPV. Dengan diketahui penyebabnya, kanker serviks dapat dicegah atau diatasi.
Ada sekitar 100 jenis HPV yang telah diidentifikasi, sebagian besar tidak berbahaya. Sebanyak 40 jenis dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Dari 40 jenis ini digolongkan menjadi dua golongan, yaitu HPV berisiko tinggi (penyebab kanker) dan berisiko rendah. Ada 15 jenis yang menyebabkan kanker, di antaranya HPV 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kanker serviks di Asia Pasifik dan dunia.
Cara pencegahan terbaru adalah dengan vaksinasi, terutama yang menargetkan pada HPV 16 dan 18. Vaksin akan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan virus ketika masuk ke dalam tubuh, sebelum terjadi infeksi.
Vaksin sebaiknya dilakukan sejak masa remaja, yaitu sejak usia 10 tahun pada orang Indonesia dengan jadwal vaksinasi bulan ke-0, 1, dan 6. Pada usia ini anak sudah mulai memasuki masa reproduktif dan belum terkontaminasi oleh virus HPV. Sehingga dengan vaksinasi, respons titer antibodi yang terbentu jauh lebih tinggi dibandingkan usia dewasa, menurut Karel Staa, MD.
Vaksin ini dikalkulasi dapat memberi pertahanan selama 5-6 tahun. Seperti vaksin pada umumnya, vaksin ini tidak sepenuhnya memberi perlindungan 100% terhadap kanker serviks. Oleh karena itu, vaksinasi bersama skrining serta usaha mengurangi faktor risiko dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks. Sekaligus dapat menurunkan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia.
Pertolongaan Jika Digigit Ular
Tidak semua ular mengeluarkan bisa ketika menggigit korbannya. Jenis ular yang berbisa atau beracum dapat dikenali melalui tampilan fisiknya, yang biasanya berwarna terang.
Bisa ular yang berbahaya untuk manusia secara umum dibagi menjadi empat golongan, yakni sitotoksin (merusakan jaringan lokal di tempat gigitan), hemotoksin (menyebabkan perdarahan di dalam), neurotoksin (memengaruhi sistem saraf), dan kardiotoksin (menyerang jantung). Bila menyebar ke seluruh tubuh dan tidak segera mendapat pertolongan, keempat jenis bisa tersebut dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.
Berikut ini yang harus dilakukan SEGERA untuk pertolongan pertama gigitan ular
1. Minta pertolongan segera untuk membawa penderita ke rumah sakit terdekat. Di rumah sakit, korban harus mendapatkan perawatan dan diberi serum anti bisa ular.
2. Balut luka dengan kain. Ikat bagian tubuh di atas luka dengan kain atau tali, tetapi jangan terlalu kuat. Ikatan yang terlalu kuat dapat menyebabkan aliran darah terhambat dan akibatnya dapat merusakan jaringan lainnya.
3. Batasi aktivitas dan pertahankan imobilisasi, artinya pergerakan daerah yang terluka dibatasi atau difiksasi. Terlalu banyak bergerak menyebabkan racun lebih mudah diserap oleh tubuh.
Selama menunggu pertolongan medis, usahakan agar korban tetap tenang. Keadaan panik menyebabkan jantung berdenyut lebih kuat dan akan mempermudah penyebaran racun di dalam tubuh.
Ular yang menggigit, sedapat mungkin ditangkap dan dibawa ke rumah sakit. Selain untuk menghindari jatuhnya korban lain, identifikasi ular dapat bermanfaat untuk mengetahui kemungkinan jenis bisanya.
Hindari!
1. Jangan membuat sayatan di sekitar luka. Hal ini justru dapat meningkatkan kemungkinan infeksi dan tidak mengurangi racun dalam tubuh.
2. Jangan mengompres dengan batu es. Suhu dingin tidak membuat bisa ular menjadi non-aktif dan justru dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat dingin.
3. Jangan menyedot bekas luka, karena tidak terbukti selalu membantu dan cara yang salah justru membahayakan.
4. Jangan menyiram luka dengan alkohol. Alkohol dapat menghilangkan nyeri, tetapi dapat juga melebarkan pembuluh darah sehingga akan meningkatkan penyerapan racun.
Bisa ular yang berbahaya untuk manusia secara umum dibagi menjadi empat golongan, yakni sitotoksin (merusakan jaringan lokal di tempat gigitan), hemotoksin (menyebabkan perdarahan di dalam), neurotoksin (memengaruhi sistem saraf), dan kardiotoksin (menyerang jantung). Bila menyebar ke seluruh tubuh dan tidak segera mendapat pertolongan, keempat jenis bisa tersebut dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.
Berikut ini yang harus dilakukan SEGERA untuk pertolongan pertama gigitan ular
1. Minta pertolongan segera untuk membawa penderita ke rumah sakit terdekat. Di rumah sakit, korban harus mendapatkan perawatan dan diberi serum anti bisa ular.
2. Balut luka dengan kain. Ikat bagian tubuh di atas luka dengan kain atau tali, tetapi jangan terlalu kuat. Ikatan yang terlalu kuat dapat menyebabkan aliran darah terhambat dan akibatnya dapat merusakan jaringan lainnya.
3. Batasi aktivitas dan pertahankan imobilisasi, artinya pergerakan daerah yang terluka dibatasi atau difiksasi. Terlalu banyak bergerak menyebabkan racun lebih mudah diserap oleh tubuh.
Selama menunggu pertolongan medis, usahakan agar korban tetap tenang. Keadaan panik menyebabkan jantung berdenyut lebih kuat dan akan mempermudah penyebaran racun di dalam tubuh.
Ular yang menggigit, sedapat mungkin ditangkap dan dibawa ke rumah sakit. Selain untuk menghindari jatuhnya korban lain, identifikasi ular dapat bermanfaat untuk mengetahui kemungkinan jenis bisanya.
Hindari!
1. Jangan membuat sayatan di sekitar luka. Hal ini justru dapat meningkatkan kemungkinan infeksi dan tidak mengurangi racun dalam tubuh.
2. Jangan mengompres dengan batu es. Suhu dingin tidak membuat bisa ular menjadi non-aktif dan justru dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat dingin.
3. Jangan menyedot bekas luka, karena tidak terbukti selalu membantu dan cara yang salah justru membahayakan.
4. Jangan menyiram luka dengan alkohol. Alkohol dapat menghilangkan nyeri, tetapi dapat juga melebarkan pembuluh darah sehingga akan meningkatkan penyerapan racun.
Langganan:
Postingan (Atom)